Tondano, Gesuri.id — Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar Sosialisasi Bina Rohani di SMP Negeri 4 Tondano, Rabu (13/5).
Kegiatan ini menjadi strategis karena dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, yang fokus menanamkan nilai keberagaman demi mencetak generasi emas yang berkarakter.
Vanda Sarundajang menekankan bahwa kecerdasan akademik siswa tidak akan lengkap tanpa diimbangi oleh moralitas yang kokoh. Ia ingin memastikan generasi muda Minahasa tumbuh dengan memprioritaskan toleransi dan persatuan.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
“Kita ingin anak-anak Minahasa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan karakter budi pekerti yang baik,” ujar Vanda di hadapan ratusan siswa.
Melalui pendekatan yang humanis, Vanda memanfaatkan sesi dialog interaktif untuk memaparkan realitas Indonesia sebagai negara besar. Dengan luas wilayah mencapai 2 juta kilometer persegi dan populasi terbesar keempat di dunia, menurutnya, keberagaman adalah identitas mutlak bangsa yang wajib dijaga.
“Indonesia memiliki sekitar 17.500 pulau dan 1.340 suku bangsa. Keragaman ini adalah aset, bukan beban. Karena itu, siswa harus belajar menghargai perbedaan agama maupun suku sejak dari bangku sekolah,” tegas Vanda.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk membentengi diri dengan sikap toleransi yang kuat. Hal ini krusial dilakukan guna mencegah potensi konflik sosial yang kerap dipicu oleh perbedaan latar belakang, budaya, maupun fisik.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Melihat antusiasme peserta, Vanda memberikan apresiasi tinggi kepada pihak SMP Negeri 4 Tondano yang dinilai proaktif mendukung pembinaan moral ini. Bagi Vanda, sekolah adalah institusi paling krusial dalam menyemai semangat nasionalisme.
“Sekolah merupakan tempat terbaik untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman,” tambahnya.
Langkah sinergis antara Kesbangpol dan FKUB ini dinilai Vanda sebagai strategi tepat untuk menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang hangat. Melalui sosialisasi ini, generasi muda Minahasa diharapkan mampu tumbuh menjadi motor penggerak toleransi yang kuat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

















































































