Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Jambi, Edi Purwanto menyoroti tingginya harga tiket pesawat maskapai nasional di tengah kondisi keuangan perusahaan yang masih merugi. Ia menilai situasi yang terjadi pada maskapai pelat merah Garuda Indonesia menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.
Ini menjadi pertanyaan besar. Maskapai milik negara terus merugi, tetapi harga tiketnya justru lebih mahal dibandingkan maskapai swasta yang bisa menjalankan bisnisnya dengan baik, kata Edi Purwanto, dikutip Minggu (15/3).
Ia mengungkapkan, hingga September 2025 Garuda Indonesia tercatat masih membukukan kerugian sekitar Rp2,39 triliun. Ironisnya, di saat perusahaan terus merugi, harga tiket yang ditawarkan justru dinilai jauh lebih mahal dibandingkan maskapai swasta sehingga membuat banyak penumpang beralih ke maskapai lain yang menawarkan harga lebih terjangkau.
Menurutnya, keberadaan maskapai milik negara seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Sebagai perusahaan yang didukung negara, Garuda juga memiliki tanggung jawab pelayanan publik kepada masyarakat.
Edi menegaskan, masyarakat secara tidak langsung turut menanggung keberlangsungan perusahaan tersebut melalui pajak dan dukungan negara. Karena itu, wajar jika publik berharap adanya kebijakan harga yang lebih berpihak pada rakyat.