Jakarta, Gesuri.id - Saya sering berkata pada diri sendiri, bahwa bekerja di politik bukan sekadar soal keputusan dan rapat. Ia adalah soal menjaga kepercayaan. Sebab setiap amanah yang diberikan rakyat, selalu datang bersama harapan yang besardan harapan itu tidak boleh dikhianati.
Sepanjang tahun 2025, hampir Rp500 miliar anggaran APBN berhasil kita arahkan untuk pembangunan di Provinsi Jambi. Angka ini mungkin terlihat besar di atas kertas, namun bagi saya, ia baru bermakna ketika benar-benar menjelma menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Anggaran negara bukan sekadar laporan keuangan. Ia adalah jalan yang diperbaiki agar petani bisa membawa hasil panen. Ia adalah jembatan yang menghubungkan desa dengan pusat ekonomi. Ia adalah rumah layak bagi warga berpenghasilan rendah. Di sanalah sesungguhnya APBN menemukan rohnya.
Sebagai Anggota Komisi V DPR RI, saya memikul tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang diperjuangkan tidak berhenti di meja birokrasi. Ia harus sampai ke lapangan. Ia harus terasa di kehidupan sehari-hari masyarakat Jambi.
Saya memahami betul, tantangan pembangunan di daerah tidak sederhana. Jambi memiliki wilayah yang luas, kondisi geografis yang beragam, dan kebutuhan infrastruktur yang tidak bisa diseragamkan. Ada daerah yang butuh percepatan jalan, ada yang mendesak soal jembatan, ada pula yang menunggu sentuhan perumahan layak.