Edi Purwanto Minta Pemerintah Waspada 'Fuel Surcharge' di Tengah Naiknya Harga Tiket Pesawat

Menurutnya, kebijakan tersebut harus diawasi secara ketat agar tidak membebani masyarakat.
Rabu, 20 Mei 2026 16:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, meminta pemerintah berhati-hati dalam menerapkan kebijakan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar penerbangan di tengah potensi kenaikan harga tiket pesawat domestik akibat naiknya harga avtur. Menurutnya, kebijakan tersebut harus diawasi secara ketat agar tidak membebani masyarakat.

Kalau memang ada kenaikan biaya operasional akibat harga avtur, pemerintah harus memastikan hitungannya terbuka. Jangan sampai fuel surcharge ini justru menjadi ruang bagi kenaikan tiket yang berlebihan, kata Edi, dikutip Rabu (20/5/2026).

Edi Purwanto menilai kenaikan harga avtur memang dapat memengaruhi biaya operasional maskapai penerbangan. Namun, ia menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan seluruh beban operasional tersebut langsung dialihkan kepada masyarakat melalui kenaikan tarif tiket pesawat.

Karena itu, ia mendorong Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penetapan fuel surcharge agar lebih transparan dan proporsional.

Menurutnya, kebijakan tambahan biaya bahan bakar harus tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat serta kondisi dunia usaha yang masih membutuhkan dukungan pemulihan ekonomi.

Baca juga :