Ikuti Kami

Edi Purwanto Minta Pemerintah Waspada 'Fuel Surcharge' di Tengah Naiknya Harga Tiket Pesawat

Menurutnya, kebijakan tersebut harus diawasi secara ketat agar tidak membebani masyarakat.

Edi Purwanto Minta Pemerintah Waspada 'Fuel Surcharge' di Tengah Naiknya Harga Tiket Pesawat
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, meminta pemerintah berhati-hati dalam menerapkan kebijakan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar penerbangan di tengah potensi kenaikan harga tiket pesawat domestik akibat naiknya harga avtur. Menurutnya, kebijakan tersebut harus diawasi secara ketat agar tidak membebani masyarakat.

“Kalau memang ada kenaikan biaya operasional akibat harga avtur, pemerintah harus memastikan hitungannya terbuka. Jangan sampai fuel surcharge ini justru menjadi ruang bagi kenaikan tiket yang berlebihan,” kata Edi, dikutip Rabu (20/5/2026).

Edi Purwanto menilai kenaikan harga avtur memang dapat memengaruhi biaya operasional maskapai penerbangan. Namun, ia menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan seluruh beban operasional tersebut langsung dialihkan kepada masyarakat melalui kenaikan tarif tiket pesawat.

Karena itu, ia mendorong Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penetapan fuel surcharge agar lebih transparan dan proporsional.

Menurutnya, kebijakan tambahan biaya bahan bakar harus tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat serta kondisi dunia usaha yang masih membutuhkan dukungan pemulihan ekonomi.

Edi juga meminta Kementerian Perhubungan memperketat pengawasan terhadap maskapai penerbangan agar penerapan tarif tambahan bahan bakar tidak menjadi alasan untuk menaikkan harga tiket secara tidak wajar.

“Jangan sampai setiap kali biaya operasional naik, masyarakat selalu menjadi pihak pertama yang menanggung bebannya. Pemerintah harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri penerbangan dan kemampuan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, transportasi udara memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas antarwilayah di Indonesia. Bagi sejumlah daerah, khususnya wilayah kepulauan, kawasan Indonesia timur, dan daerah terpencil, pesawat bukan sekadar pilihan transportasi, melainkan kebutuhan utama masyarakat.

Karena itu, Edi mendorong Kementerian BUMN bersama Pertamina untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga avtur di seluruh bandar udara di Indonesia.

Ia meminta perhatian khusus diberikan kepada daerah dengan biaya distribusi tinggi agar tidak terjadi ketimpangan harga yang pada akhirnya berdampak terhadap mahalnya tiket pesawat di wilayah tersebut.

“Pertamina dan BUMN terkait harus memastikan pasokan avtur aman dan harga tetap stabil di seluruh bandara. Jangan sampai daerah-daerah yang jauh dan terpencil menanggung beban lebih besar, lalu akhirnya masyarakat juga yang terkena dampaknya,” pungkasnya.

Quote