Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto menegaskan percepatan pemulihan pascabencana di Aceh harus dilakukan dengan pendekatan sosial dan mitigasi yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.
Kita melihat semangat dari pemerintah pusat untuk percepatan recovery ini luar biasa. Tetapi di lapangan masih ada kendala, misalnya dalam pembebasan lahan, termasuk proyek jalan tol yang masih menyisakan sekitar 45 warga yang belum bisa diajak berdiskusi, kata Edi usai agenda peninjauan ke Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Komisi V DPR RI menggelar Kunjungan Kerja ke Provinsi Aceh untuk meninjau langsung progres pemulihan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam kunjungan tersebut, DPR menekankan pentingnya percepatan recovery yang terintegrasi dan menyentuh aspek sosial masyarakat.
Ini bagian dari seni rekayasa sosial. Ketika kita membangun, misalnya pelebaran sungai dari 25 meter menjadi 60 meter, masyarakat tentu akan merasa khawatir. Maka perlu ada tim khusus yang memberikan penjelasan secara menyeluruh bahwa langkah tersebut aman dan sudah disertai dengan penanganan di bagian hulu, jelas Politisi PDI Perjuangan.
Menurut Edi, pendekatan pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan aspek teknis, tetapi juga harus mengedepankan social engineering agar masyarakat memahami tujuan dan manfaat proyek yang dijalankan pemerintah.