Edi Purwanto Soroti Backlog Anggaran BMKG dan Basarnas: Sangat Menyangkut Keselamatan Rakyat

"Kita akan sisir mana hal-hal yang kita tunda, kita tunda dulu. Yang pokok-pokok kita akan masukkan dulu."
Senin, 29 Juni 2026 16:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, mengungkapkan total backlog anggaran dari tujuh kementerian dan lembaga mitra Komisi V DPR RI mencapai Rp252 triliun. Dari jumlah tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengalami kekurangan anggaran sebesar Rp2,48 triliun, sedangkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengalami kekurangan sebesar Rp2,6 triliun.

Kita akan sisir mana hal-hal yang kita tunda, kita tunda dulu. Yang pokok-pokok kita akan masukkan dulu. Dan kita lihat yang backlog-nya seperti apa karena ini penting. Basarnas dan BMKG ini hal yang menyangkut betul keselamatan rakyat. Maka mitigasi terhadap bencana, kemudian kesiapan-kesiapan pasukan tanggap darurat di lapangan, tegas Edi Purwanto usai Rapat Dengar Pendapat di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, dikutip Senin(29/6/2026).

Menurut Edi, pembahasan backlog anggaran harus dilakukan secara cermat dengan mendahulukan kebutuhan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Ia menilai dukungan anggaran bagi BMKG dan Basarnas tidak dapat ditunda karena kedua lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana dan penanganan keadaan darurat.

Edi juga menyoroti kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan rawan bencana. Menurutnya, berbagai kejadian bencana yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi pengingat pentingnya kesiapan negara dalam menghadapi potensi ancaman yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Selain gempa bumi yang terjadi di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Gorontalo, Edi menyebut ancaman aktivitas gunung api juga perlu mendapatkan perhatian serius. Ia menilai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat agar dampak bencana dapat diminimalkan.

Baca juga :