Ikuti Kami

Edi Purwanto Soroti Backlog Anggaran BMKG dan Basarnas: Sangat Menyangkut Keselamatan Rakyat

"Kita akan sisir mana hal-hal yang kita tunda, kita tunda dulu. Yang pokok-pokok kita akan masukkan dulu."

Edi Purwanto Soroti Backlog Anggaran BMKG dan Basarnas: Sangat Menyangkut Keselamatan Rakyat
Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, mengungkapkan total backlog anggaran dari tujuh kementerian dan lembaga mitra Komisi V DPR RI mencapai Rp252 triliun. Dari jumlah tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengalami kekurangan anggaran sebesar Rp2,48 triliun, sedangkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengalami kekurangan sebesar Rp2,6 triliun.

"Kita akan sisir mana hal-hal yang kita tunda, kita tunda dulu. Yang pokok-pokok kita akan masukkan dulu. Dan kita lihat yang backlog-nya seperti apa karena ini penting. Basarnas dan BMKG ini hal yang menyangkut betul keselamatan rakyat. Maka mitigasi terhadap bencana, kemudian kesiapan-kesiapan pasukan tanggap darurat di lapangan," tegas Edi Purwanto usai Rapat Dengar Pendapat di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, dikutip Senin (29/6/2026).

Menurut Edi, pembahasan backlog anggaran harus dilakukan secara cermat dengan mendahulukan kebutuhan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Ia menilai dukungan anggaran bagi BMKG dan Basarnas tidak dapat ditunda karena kedua lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana dan penanganan keadaan darurat.

Edi juga menyoroti kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan rawan bencana. Menurutnya, berbagai kejadian bencana yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi pengingat pentingnya kesiapan negara dalam menghadapi potensi ancaman yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Selain gempa bumi yang terjadi di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Gorontalo, Edi menyebut ancaman aktivitas gunung api juga perlu mendapatkan perhatian serius. Ia menilai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat agar dampak bencana dapat diminimalkan.

"Hari ini kita menghadapi hal-hal yang memang secara geografis Indonesia juga rawan bencana. Seperti kemarin di Aceh, di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan beberapa provinsi lain. Seperti di Jawa Barat juga mengalami beberapa gempa.

Kemarin juga sempat di Gorontalo walaupun kecil. Termasuk di Jambi kan ada gunung kerinci, gunung aktif, tertinggi di Asia Tenggara. Ini menurut saya perlu kita urai lebih komprehensif sehingga sense of responsibility negara kaitan dengan kebencanaan ini juga penting," tutup Edi.

Ia menegaskan bahwa upaya memperkuat sistem kebencanaan nasional harus menjadi perhatian bersama, mengingat keselamatan rakyat merupakan prioritas utama yang harus dijaga oleh negara.

Quote