Yogyakarta, Gesuri.id Arus fiskal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah menghadapi tantangan hebat pada tahun anggaran 2026.
Kebijakan pemerintah pusat yang memangkas berbagai pos anggaran, mulai dari Transfer ke Daerah (TKD), Dana Desa, hingga Dana Keistimewaan (Danais), memaksa Pemda dan DPRD DIY memutar otak demi menjaga kesejahteraan warga.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengungkapkan keprihatinannya atas koreksi tajam anggaran dari pusat. Proyeksi awal Danais DIY tahun 2026 yang sedianya sebesar Rp1,58 triliun, dipangkas oleh Kementerian Keuangan menjadi hanya Rp1 triliun. Kondisi ini diperparah dengan Dana Desa yang anjlok rata-rata hingga 74 persen.
Baca:GanjarMembuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
Meski kondisi keuangan daerah sedang tercekik, Eko Suwanto memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur DIY dan jajaran eksekutif yang tetap berkomitmen menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) langsung ke level pemerintahan terbawah (Kalurahan dan Kelurahan).