Elvi Diana: Tambang Timah Ilegal di Bukit Menumbing, Kelalaian Kolektif Para Pemangku Kepentingan

Bukit Menumbing dikenal sebagai kawasan bersejarah nasional, tempat pengasingan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Kamis, 18 Desember 2025 22:22 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Bangka Barat, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung fraksi PDI Perjuangan dapil Bangka Barat, Elvi Diana, menilai kerusakan yang terjadi di kawasan Bukit Menumbing, Mentok, akibat penambangan timah ilegal, merupakan bentuk kelalaian kolektif para pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun perusahaan tambang.

Bukit Menumbing dikenal sebagai kawasan bersejarah nasional, tempat pengasingan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Namun kini, kawasan yang seharusnya dijaga dan dirawat itu justru terancam oleh aktivitas tambang yang merusak bentang alam di sekitarnya.

Sangat disayangkan dan seharusnya ini sudah diantisipasi sejak lama oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan PT Timah. Edukasi kepada masyarakat tentang keberadaan cagar budaya dan nilai sejarah Menumbing itu wajib, agar kawasan ini dirawat dan dijaga sepanjang masa, ujar Elvi Diana, Kamis (18/12/2025).

Menurut Elvi, kerusakan yang terjadi bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan akibat dari pembiaran yang berlangsung bertahun-tahun. Ia menyebut, kelalaian terjadi dari level provinsi hingga kabupaten, diperparah oleh ulah oknum penambang timah ilegal yang hanya berpikir soal pendapatan tanpa memahami nilai sejarah dan lingkungan.

Citra Menumbing sebagai situs sejarah memang tidak hilang, tapi alamnya rusak. Itu fakta pahit yang harus kita akui, tegasnya.

Baca juga :