Hasto Kristiyanto: Perjuangan Buruh Harus Berlandaskan  Narasi Pembebasan

Menaker Yassierli: RUU Ketenagarakerjaan Berdasarkan Prinsip "Meaningful Participation" .
Senin, 27 April 2026 13:44 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - DPP PDI Perjuangan menyelenggaran Focus Group Discussion FGD RUU Ketenagakerjaan Baru dan RUU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Perspekrif Pekerja/Buruh di Sekolah Partai Lenteng Agung Jakarta Selatan, Senin (27/4).

Acara tersebut merupakan rangkaian menyambut May Day 1 Mei 2026 dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassieli, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan PMI Mercy Chriesty Barends, Ketua DPP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning, Kapoksi Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, Wasekjen DPP Bidang Kerakyatan Sri Rahayu, Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan Sihar Sitorus, Vita Ervina dan Obet Rumbruren, hingga Akademisi, NGO dan utusan dari Konfederasi dan Federasi Serikat Pekerja/Buruh, serta jaringan organisasi Pekerja Buruh Migran.

Dalam sambutannya Edy Purwanto selaku Kapoksi Komisi IX DPR RI sekaligus ketua panitia acara menyampakan, Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan mengusung tema strategis Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang perjuangan kaum buruh di Indonesia.

Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Edy Wuryanto juga menegaskan bahwa visi ini berakar pada pemikiran Bung Karno yang memandang buruh sebagai tulang punggung pembangunan nasional dan aktor penting menuju keadilan sosial, yang dibuktikan dengan penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui UU Kerja Nomor 12 Tahun 1948.

Baca juga :