Magelang, Gesuri.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah swasta di tingkat pusat.
Isu ini menjadi poin utama dalam kegiatan serap aspirasi bersama puluhan pendidik yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Kabupaten Magelang pada Sabtu (25/4).
Dalam pertemuan tersebut, para guru menyampaikan aspirasi mengenai rendahnya penghasilan serta masa pengabdian yang panjang. Merespons hal tersebut, Wibowo menyatakan bahwa peningkatan taraf hidup guru madrasah swasta kini telah bertransformasi menjadi isu nasional yang memerlukan solusi konkret dan segera.
Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
Wibowo menjelaskan bahwa Komisi VIII DPR RI secara intensif terus berkoordinasi dengan lintas kementerian, mulai dari Kementerian Agama, Kemenpan RB, BKN, hingga Kementerian Keuangan. Fokus utama koordinasi tersebut adalah merumuskan kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan nasib para pendidik di madrasah swasta.
"Kami mendorong pemerintah untuk menyiapkan insentif khusus bagi sekitar 630.000 guru swasta. Skema ini nantinya akan mempertimbangkan masa pengabdian guru dan berada di bawah payung anggaran Kementerian Agama," ujar legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Langkah melalui jalur afirmasi atau kebijakan khusus menjadi pilihan yang paling didorong saat ini. Wibowo menilai jalur ini jauh lebih efektif dan cepat dibandingkan melakukan revisi UU ASN yang cenderung memerlukan proses birokrasi serta waktu yang panjang.
Politisi dari Dapil Jawa Tengah VI ini menekankan bahwa ketidakpastian yang selama ini dialami guru madrasah harus segera diakhiri. Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan apresiasi yang layak atas dedikasi para guru dalam membangun karakter bangsa.
"Targetnya adalah proses yang cepat, karena para pendidik kita harus segera sejahtera," tegas Wibowo di hadapan pengurus PGMM, yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta yang hadir.
Wibowo juga mengingatkan pemerintah mengenai besarnya peran madrasah swasta yang mencapai 95 persen dari total lembaga pendidikan madrasah secara nasional. Keberadaan institusi ini disebutnya sebagai tulang punggung pendidikan karakter dan akhlak generasi muda Indonesia.
Baca: Jangkar Baja Nilai Ganjar Pranowo Sosok Yang Otentik & Konsisten
"Tanpa dedikasi guru-guru madrasah swasta, pendidikan agama dan moral anak-anak kita akan terhambat. Negara harus hadir memberikan dukungan nyata sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka mencetak generasi unggul," tambahnya dengan nada optimistis.
Selain fokus pada kesejahteraan tenaga pendidik, Wibowo membawa kabar baik mengenai penguatan akses pendidikan bagi siswa. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan penambahan kuota Program Indonesia Pintar (PIP) melalui jalur aspirasi untuk seluruh jenjang pendidikan madrasah.
"Silakan ajukan usulan siswa yang membutuhkan, baik jenjang MI, MTs, maupun MA. Saya akan mengawal langsung agar bantuan pendidikan ini dapat menjangkau lebih banyak siswa di madrasah swasta demi masa depan mereka yang lebih cerah," pungkasnya.

















































































