Hentikan Impor Pangan Ketika Produksi Petani Melimpah Terutama Saat Panen Raya

"Ketika petani kita panen raya, gudang Bulog penuh, harga gabah bagus, jangan diserbu dengan beras impor."
Minggu, 11 Oktober 2026 18:03 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., mendesak pemerintah menghentikan impor beras ketika produksi petani dalam negeri melimpah, terutama saat panen raya. Menurutnya, kebijakan impor harus disesuaikan dengan kondisi produksi nasional agar tidak menekan harga hasil panen dan merugikan petani.

Ketika petani kita panen raya, gudang Bulog penuh, harga gabah bagus, jangan diserbu dengan beras impor. Itu mematikan semangat petani. Petani sudah banting tulang, biaya produksi tinggi, eh saat mau jual, harga jatuh karena dihantam barang impor, tegasnya.

Pandangan tersebut disampaikan Rokhmin, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 20012004, dalam program Jendela Negeri TVRI Nasional bertema Menjaga Petani, Mengamankan Pangan Negeri, dikutip Minggu (11/10/2026).

Dalam dialog tersebut, Rokhmin memaparkan peta jalan kedaulatan pangan yang disusun Komisi IV DPR RI. Ia membagi komoditas pangan nasional ke dalam tiga kelompok berdasarkan neraca produksi, konsumsi, serta kemampuan pengembangannya di Indonesia. Skema ini, menurutnya, diperlukan agar kebijakan impor lebih terukur sekaligus memberi perlindungan kepada petani dan nelayan.

*Impor Harus Dikendalikan, Petani Jangan Dirugikan*

Baca juga :