Insiden Kapal Tabrak Jembatan Mahulu Terulang, Ananda: Pengawasan Pelayaran Lemah!

Insiden seperti ini tidak boleh terus berulang. Ini menunjukkan pengawasan pelayaran belum berjalan maksimal.
Kamis, 29 Januari 2026 12:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyoroti kembali terjadinya insiden kapal yang menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). Ia menilai kejadian yang berulang tersebut menjadi indikator lemahnya pengawasan aktivitas pelayaran di perairan Kalimantan Timur, khususnya oleh instansi yang memiliki kewenangan pengaturan lalu lintas kapal.

Insiden seperti ini tidak boleh terus berulang. Ini menunjukkan pengawasan pelayaran belum berjalan maksimal, kata Ananda, Selasa (27/1/2026).

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, lemahnya pengawasan berpotensi menimbulkan kecelakaan serupa di masa mendatang. Dampaknya tidak hanya merusak infrastruktur strategis daerah, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan keselamatan pengguna jembatan.

Pengawasan pelayaran harus benar-benar diperketat. Jangan sampai kelalaian terus terjadi dan masyarakat yang selalu menanggung akibatnya, tegasnya.

Lebih lanjut, Ananda mendorong pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, untuk mengambil peran lebih aktif dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelindo di daerah. Ia menekankan bahwa KSOP merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat, sehingga evaluasi kinerja berada langsung di bawah kewenangan kementerian.

Baca juga :