Jakarta, Gesuri.id - Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa menyuarakan kekecewaan mendalam atas minimnya pelibatan masyarakat di wilayah hulu tambang, serta potensi residu lingkungan yang mengancam masa depan agraria daerah tersebut.
Pernyataan kritis tersebut menyeruak dalam Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian terkait Perubahan Daftar PSN yang digelar secara hibrida di Jakarta dan Pontianak, Rabu (18/2).
Forum yang seharusnya menjadi ajang harmonisasi antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), dan pemerintah daerah ini justru mengungkap celah komunikasi yang menganga.
Baca:GanjarPranowo Tegaskan Pentingnya Integritas
Karolin, yang wilayahnya menjadi lumbung bahan baku bauksit, memprotes keras ketimpangan representasi undangan.