Jakarta, Gesuri.id-Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti masih maraknya kasus campak di Indonesia yang menyebabkan korban jiwa, baik pada balita maupun orang dewasa.
Kasus kematian akibat campak sejak awal tahun ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Ini juga menjadi kabar duka bagi layanan kesehatan Indonesia, kata Puan, dikutip Jumat (3/4/2026).
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi pelaksanaan program imunisasi sebagai fondasi utama pencegahan penyakit menular.
Meski Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat tren penurunan kasus campak, data nasional menunjukkan masih terdapat 10 kematian akibat penyakit tersebut sepanjang 2026. Sebagian besar korban merupakan balita yang belum menerima imunisasi.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah meninggalnya seorang dokter internsip berinisial AMW (25) di Kabupaten Cianjur pada 26 Maret 2026 akibat komplikasi pada jantung dan otak setelah diduga terpapar virus campak saat bertugas.