Kasus Tewasnya Guru Harus Jadi Catatan Besar

Jangan sampai kita kehilangan akar budaya dan justru anak-anak belajar melalui media sosial.
Rabu, 07 Februari 2018 11:13 WIB Jurnalis - Fathor Rasi

Jabar, Gesuri.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kasus meninggalnya guru SMK di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Ahmad Budi Cahyonoyang menjadi korban pemukulan oleh anak didiknya beberapa waktu lalu, harus menjadi catatan besar dunia pendidikan.

Ada apa ini kenapa ini terjadi?, kata Presiden Jokowi dengan nada bertanya saat menyampaikan arahan pada acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/2) sore.

Presiden juga menunjuk aksi bullying antar pelajar di beberapa daerah, termasuk di Jakarta, yang juga banyak sekali terjadi. Ia juga menambahkan bahwa juga ada tawuran antar geng sekolah di beberapa tempat yang masih sering terjadi.

Ini harus menjadi perhatian juga kita semuanya, tegas Presiden.

Presiden Jokowi mengakui bahwa anak-anak tidak boleh ketinggalan perkembangan ilmu dan teknologi. Namun Presiden mengingatkan, teknologi harus digunakan untuk memperkaya kebudayaan dan memperkuat kearifan lokal Indonesia.

Baca juga :