Jakarta, Gesuri.id — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, mendesak pemerintah untuk segera merespons secara serius enam tuntutan yang disuarakan mahasiswa dalam gelombang aksi demonstrasi beberapa hari terakhir.
Andreas menegaskan bahwa aliansi mahasiswa memberikan tenggat waktu (ultimatum) selama lima hari ke depan agar pemerintah menelurkan solusi konkret.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tak Bisa Didikte
Menurutnya, respons cepat dari jajaran eksekutif sangat krusial guna menjaga stabilitas sosial dan politik nasional.
"Mahasiswa meminta adanya solusi konkret dari pemerintah dalam waktu lima hari ke depan. Tuntutan tersebut harus direspons secara serius oleh pemerintah," ujar Andreas di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Salah satu poin krusial yang disoroti Andreas adalah postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Ia menilai sejumlah program unggulan pemerintah saat ini terlalu banyak menyedot anggaran negara, sehingga ruang fiskal untuk subsidi publik menjadi menyempit.
Oleh karena itu, politikus senior PDI Perjuangan ini mendorong pemerintah untuk segera melakukan kalkulasi ulang dan koreksi terhadap kebijakan belanja tersebut. Sebagai langkah taktis jangka pendek yang dapat langsung meringankan beban rakyat, Andreas mengusulkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).
Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
"Penurunan harga BBM dapat menjadi salah satu langkah konkret yang bisa dipertimbangkan. Selain itu, evaluasi terhadap program-program unggulan pemerintah yang berdampak pada besarnya belanja negara perlu segera dilakukan," tuturnya.
Melalui fungsi pengawasan yang melekat pada parlemen, Komisi XIII DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal jalannya dialog antara perwakilan mahasiswa dan pihak pemerintah agar aspirasi yang dibawa dari jalanan dapat menemui titik terang.

















































































