Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, yang mempertanyakan transparansi, efisiensi, hingga arah perencanaan jangka panjang pengelolaan PJU oleh pemerintah daerah.
Kepler menegaskan, besarnya anggaran PJU harus diimbangi dengan keterbukaan informasi kepada publik. Menurutnya, hingga saat ini masyarakat belum mendapatkan gambaran utuh terkait penggunaan anggaran, mulai dari jumlah titik lampu PJU, kondisi lampu aktif dan rusak, spesifikasi teknis, hingga besaran tarif listrik PJU yang dibayarkan setiap bulan.
Dengan anggaran PJU sebesar ini, publik wajib mengetahui detailnya. Berapa titik lampu yang aktif, berapa yang rusak, berapa biaya listrik yang dibayarkan, dan bagaimana skema pengadaannya. Transparansi dan akuntabilitas itu mutlak, kata Kepler, kepada Priangan.com, Sabtu (10/1/2026).
Baca:GanjarPranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Selain transparansi, Kepler juga menyoroti aspek efisiensi anggaran PJU Kota Tasikmalaya. Ia menilai, kemajuan teknologi pencahayaan, khususnya penggunaan lampu LED hemat energi, seharusnya berdampak langsung pada penurunan biaya operasional dari tahun ke tahun. Namun jika anggaran justru stagnan atau meningkat, maka kondisi tersebut perlu dijelaskan secara rasional oleh pihak eksekutif.