Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi kritik kerasa manajamen Pasar Cikurubuk.
Ia mengungkapkan, sekitar 1.500 kios dilaporkan tutup dan ditinggalkan pemiliknyaangka yang mencerminkan eksodus besar-besaran pedagang dari pasar terbesar di Kota Tasikmalaya itu.
Pasar ini tidak pernah dikelola dengan konsep yang jelas. UPTD kerjanya seperti rentenir pasar, datang menagih, selesai. Tidak ada visi, tidak ada rencana, kata Kepler.
Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Menurutnya, setidaknya ada delapan persoalan mendasar yang selama ini dibiarkan menahun.