Komisi II DPR Soroti Kondisi 30% BUMD di Indonesia Merugi dan Kerap Terbebani Politik Lokal

Portofolio kinerja Bank Kalsel tidak bagus, pejabat dan direksinya hanya duduk manis tidak mau ambil resiko.
Minggu, 22 Februari 2026 18:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Kinerja BUMD di Provinsi Kalimantan Selatan, salah satunya Bank Kalsel dinilai buruk. Komisi II DPR RI menyoroti kondisi 30% BUMD di Indonesia merugi dan kerap terbebani politik lokal, seperti dijadikan alat balas budi tim sukses (politisasi), yang mengakibatkan kerugian.

Sorotan terhadap kinerja BUMD ini terungkap dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI dalam rangka Pengawasan Terhadap BUMD di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, dikutip Sabtu (21/2).

Jika melihat portofolionya kinerja Bank Kalsel tidak bagus, pejabat dan direksinya hanya duduk manis tidak mau ambil resiko. Bagaimana bisa Bank Kalsel dengan DPK meningkat tetapi penyaluran kredit kepada masyarakat tumbuh negatif, kata Anggota Komisi II DPR RI dari PDI Perjuangan, Deddy Sitorus.

Deddy menekankan pentingnya kreatifitas dan inovasi agar pendapatan dan kontribusi bagi daerah juga meningkat. Deddy meminta manajemen Bank Kalsel dapat belajar dengan BUMD perbankan yang sudah baik seperti Bank Kalbar.

Selain Bank Kalsel, Deddy juga menyoroti kinerja PT Ambapers yang dinilai punya proyek skala besar pengerukan alur Sungai Barito, namun pendapatannya kecil.

Baca juga :