Krisantus Tegaskan Pemimpin Harus jadi Perekat dan Penyejuk Masyarakat

Wagub juga berkelakar mengenai penampilannya yang dinilai cocok saat mengenakan pakaian adat Sakera lengkap dengan celurit.
Selasa, 19 Mei 2026 11:50 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri peringatan Haul Akbar IV Persaudaraan Tokoh Madura Kalbar yang digelar di Masjid Azzaitun, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (17/5).

Krisantus menekankan pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan semangat kolaborasi di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat yang terdiri dari berbagai suku dan budaya.

Suasana semakin hangat ketika Krisantus menceritakan pengalamannya saat berpidato menggunakan bahasa Madura halus pada sebuah acara sebelumnya. Menurutnya, pidato tersebut justru diterjemahkan oleh seorang warga Dayak asli yang fasih berbahasa Madura halus.

Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur

Ini artinya apa Bapak-Ibu? Kita sudah menyatu. Belum tentu orang Madura bisa berbahasa Madura halus, tetapi orang Dayak justru bisa. Ini wujud dari kolaborasi, ujar Krisantus.

Baca juga :