Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Bali Wayan Koster bersama warga bersepakat untuk melakukan appraisal atau penaksiran nilai atau harga lahan yang akan dibebaskan di sekitar menara pemancar siaran sekaligus objek wisata Turyapada Tower di Kabupaten Buleleng.
“Saat ini pembebasan lahan sedang dilakukan dan masyarakat di sekitar kawasan sudah menyepakati bersama proses ini, bahwa pembebasan lahan sesuai aturan, harus di-appraisal harganya,” kata Koster dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Senin (18/5).
Gubernur menjelaskan pembebasan lahan milik warga dilakukan untuk penguatan pembangunan kawasan menara komunikasi setinggi 115 meter di Desa Pegayaman, Buleleng, itu.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Saat ini Turyapada Tower memasuki pembangunan tahap II, di mana dalam pembangunannya akan meliputi penataan kawasan, fasilitas planetarium, convention center, gondola, sampai akses jalan masuk.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan pembebasan lahan dengan titik yang sudah disepakati, dengan ukuran yang dibutuhkan lebar 20 meter dan panjang 1 km.
“Untuk harga lahan ada lembaga yang melakukan appraisal dan proses ini dilakukan dalam waktu dekat, supaya bisa dibebaskan dan dibayar langsung ke masyarakat pemilik lahan,” ujar Gubernur Koster.
Usai pembebasan lahan selesai, Pemprov Bali akan membangun fasilitas pengembangan ekonomi, UMKM serta membangun koperasi.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Di sana, warga sekitar ini pula yang akan terlibat dan mendapatkan kemudahan berbagai fasilitas.
Tujuannya, kata Koster, agar masyarakat memiliki tempat berusaha yang rapi, dan ketika Turyapada Tower ini beroperasi, maka anak-anak lulusan SMA/SMK dari kawasan ini juga akan mendapat prioritas pelatihan kerja agar mereka siap bekerja di sini.
“Penataan rumah penduduk di kawasan Turyapada Tower juga akan kami lakukan dengan melakukan revitalisasi rumah warga yang jumlahnya mencapai sekitar 40 rumah, proses revitalisasi tersebut salah satunya meliputi perbaikan atap rumah agar kawasan ini terlihat indah, untuk biayanya akan dihitung dan menggunakan dana APBD,” sambungnya.

















































































