Jakarta, Gesuri.id - Mantan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran terkait penyelenggaraan peringatan hari jadi (Milangkala) ke-14. Jeje menilai Pemkab Pangandaran tidak memiliki kepekaan krisis di tengah ancaman kekeringan panjang dan krisis air bersih yang melanda masyarakat.
Sorotan tersebut mencuat menyusul klarifikasi pihak bupati terkait agenda perayaan, termasuk rencana pawai atau karnaval yang melibatkan jajaran dinas hingga pemerintah desa.
Baca:Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Jeje menyayangkan sikap bupati yang dianggapnya belum memahami regulasi serta dinamika riil di tingkat bawah. Di satu sisi, pemerintah daerah mendengungkan narasi efisiensi anggaran, namun di sisi lain tetap memaksakan agenda seremonial yang menyedot biaya.
Miris saya lihat sikap bupati dalam mengklarifikasi milangkala, tidak faham regulasi dan dinamika. Soal karnaval, biaya dari mana? Dinas-dinas katanya efisiensi, terus desa-desa uang dari mana? ujar Jeje, Kamis (8/10/2026).