Lima Tantangan Sistem Pangan Indonesia Dalam Pembahasan Revisi RUU Pangan

Revisi RUU Pangan ini harus long term. Kami sangat menanti masukan dari seluruh stakeholder.
Selasa, 13 Oktober 2026 14:30 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S. memaparkan lima tantangan sistem pangan Indonesia dalam pembahasan revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Pangan.

Ia menekankan pentingnya membangun sistem pangan yang berkelanjutan, memperkuat diversifikasi pangan lokal, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk tokoh agama, dalam penyusunan regulasi.

Kami di Komisi IV sekarang insyaallah komisi yang cerdas. Revisi RUU Pangan ini harus long term. Kami sangat menanti masukan dari seluruh stakeholder, ujar Prof. Rokhmin, dikutip Selasa (13/10/2026).

Diskusi yang diselenggarakan Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia 2026. Dalam kesempatan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan periode 20012004 tersebut menjelaskan bahwa Panitia Kerja (Panja) RUU Pangan menggunakan pendekatan lima subsistem untuk membangun sistem pangan yang terintegrasi.

Pertama, subsistem budi daya atau on-farm yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan. Kedua, ekosistem alamiah di bagian hulu yang mencakup hutan, danau, dan daerah aliran sungai (DAS). Ketiga, input buatan manusia, seperti pupuk, benih, bahan bakar minyak (BBM) untuk nelayan, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).

Baca juga :