Jakarta, Gesuri.id -Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat, M. Jaenudin, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Menurutnya, berbagai persoalan teknis maupun kebijakan yang muncul selama proses penerimaan peserta didik telah memicu keresahan di tengah masyarakat sehingga perlu segera dibenahi, terutama menjelang pelaksanaan SPMB Tahap II yang masih berlangsung.
Kami memandang perlu dilakukan evaluasi total. Banyaknya laporan mulai dari gangguan sistem pendaftaran, perubahan nilai peserta, hingga polemik jalur zonasi menunjukkan adanya kelemahan perencanaan yang serius, ujarnya, dikutip Rabu (1/7/2026).
Jaenudin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi V DPRD Jawa Barat menjelaskan, Fraksi PDI Perjuangan mencatat sedikitnya sembilan persoalan krusial yang memerlukan penjelasan sekaligus perbaikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu persoalan mendasar yang paling banyak dikeluhkan masyarakat ialah minimnya sosialisasi mengenai mekanisme SPMB dan PCMB sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan calon peserta didik maupun orang tua.
Selain itu, fraksinya juga menyoroti berbagai kendala teknis dalam pelaksanaan SPMB, mulai dari gangguan pada aplikasi pendaftaran, kesulitan verifikasi akun, hilangnya data peserta, hingga perubahan peringkat seleksi yang dinilai tidak wajar akibat penggunaan formula penilaian yang tidak sesuai ketentuan.