Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI, Giri Ramanda Kiemas, menilai rentetan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat sejumlah kepala daerah belakangan ini berakar dari besarnya tekanan politik dan finansial pasca-pemilu.
Giri menyebut, tekanan untuk membalas budi kepada tim sukses dan para pemodal politik sering kali membuat para kepala daerah akhirnya nekat melakukan tindak pidana korupsi.
Tekanan balas budi kepada tim sukses, balas budi kepada para pemodal, keinginan untuk meningkatkan taraf hidup dan tekanan mengembalikan dana kampanye serta menyiapkan dana kampanye periode berikut menyebabkan para kepala daerah menjadi gelap mata, kata Giri, dikutip Selasa (17/3/2026).
Untuk memutus mata rantai korupsi tersebut, Giri menekankan perlunya perbaikan dari berbagai sisi.
Hal pertama yang menjadi sorotan adalah perbaikan mental para kepala daerah itu sendiri agar memiliki integritas yang kuat saat menjabat.