Mas Dhito Komitmen Jaga Mutu Pelayanan Dasar di Tengah Tantangan Efisiensi

Kondisi ruang fiskal yang makin terbatas tak lantas membuat pelayanan dasar kepada masyarakat ikut dipangkas.
Sabtu, 21 Februari 2026 23:51 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Kediri, Gesuri.id - Bupati Kediri yang juga politisi PDI Perjuangan Hanindhito Himawan Pramana memasuki awal periode kedua kepemimpinannya dengan tantangan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) hingga ratusan miliar rupiah membuat Pemerintah Kabupaten Kediri harus melakukan penyesuaian anggaran.

Kondisi ruang fiskal yang makin terbatas tak lantas membuat pelayanan dasar kepada masyarakat ikut dipangkas. Sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama bagi bupati yang akrab disapa Mas Dhito sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Mas Dhito menilai pendidikan masih menjadi instrumen paling efektif untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Kediri. Berbagai kebijakan strategis di bidang pendidikan pun tetap dijalankan. Salah satunya memastikan keberlangsungan SMA Dharma Wanita Boarding School yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu ujranya.

Sekolah berasrama tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses pendidikan yang merata bagi masyarakat. Sepanjang tahun 2025, Pemkab Kediri telah mengalokasikan anggaran hingga Rp30 miliar untuk program beasiswa pendidikan. Angka ini meningkat Rp4 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Program beasiswa itu dipastikan tetap berjalan pada 2026 meski kondisi keuangan daerah sedang mengalami keterbatasan. Pemerintah daerah menilai beasiswa pendidikan merupakan belanja wajib yang harus tetap dipenuhi demi menjamin keberlanjutan akses pendidikan bagi warga.

Baca juga :