Trenggalek, Gesuri.id - Bupati Trenggalek sekaligus politisi PDI Perjuangan, Mochamad Nur Arifin, meluruskan polemik rencana pinjaman daerah senilai Rp70 miliar yang tercantum dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Kabupaten Trenggalek Tahun Anggaran 2027. Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menegaskan, rencana pembiayaan tersebut bukan untuk menutup pinjaman lama, melainkan mendukung program pembangunan, termasuk optimalisasi sektor pariwisata.
Sudah saya catat, besok Jumat dijawab. Cuma ada beberapa hal mungkin yang tidak paham yang perlu diluruskan. Ada kesan Pemkab gali lubang tutup lubang, tahun kemarin ambil pinjaman, tahun depan diproyeksikan ambil pinjaman lagi. Enggak ada, tegasnya usai rapat pembahasan Ranperda di DPRD Trenggalek, dikutip Selasa (13/10/2026).
Mas Ipin menjelaskan, rencana pinjaman Rp70 miliar tersebut telah disepakati bersama DPRD Trenggalek. Dana itu akan digunakan untuk mendukung sejumlah program pembangunan daerah, salah satunya pembenahan destinasi wisata yang dinilai memiliki potensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mengatakan, anggaran untuk pembenahan sektor pariwisata tetap dicantumkan dalam APBD 2027 karena pengerjaannya baru dapat dimulai pada Januari mendatang.
Jadi, yang tahun depan itu kenapa masih kita tuliskan di APBD karena yang untuk pariwisata baru bisa kita kerjakan besok Januari. Jadi, uang yang digunakan untuk perbaikan tempat wisata itu di situ, terang Mochamad Nur Arifin.