Masady Manggeng Tuding Menteri Kehutanan Gagap Lindungi Rawa Singkil dari Cukong Besar

Mengapa Kementerian Kehutanan begitu gagap dan penakut menghadapi cukong besar.
Kamis, 01 Oktober 2026 11:00 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Gelombang protes masyarakat Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, atas tindakan pembabatan kebun kelapa sawit warga oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mendapat sorotan tajam dari ibu kota.

Politisi PDI Perjuangan asal Aceh, Masady Manggeng, menilai tindakan penertiban sepihak di lokasi seperti Ie Meudama, Buloh Seuma, Cot Bayu, dan Seuneubok Pusaka bukan sekadar kelakuan arogan di lapangan, melainkan bentuk kegagalan sistemik dan gagapnya kepemimpinan Menteri Kehutanan dalam menindak mafia hutan sebenarnya.

Masady menegaskan bahwa BKSDA Aceh hanya dijadikan pion untuk aksi pamer kekuatan (gimmick penegakan hukum) di tingkat hilir. Sementara itu di tingkat hulu, Kementerian Kehutanan terkesan membiarkan para cukong dan korporasi bebas mengoyak ekosistem Suaka Margasatwa (SM) Rawa Singkil.

Baca:Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

BKSDA itu cuma pion di lapangan. Yang harus kita tunjuk mukanya hari ini adalah Menteri Kehutanan! Mengapa Kementerian Kehutanan begitu gagap dan penakut menghadapi cukong besar, tetapi mendadak merasa sangat perkasa ketika berhadapan dengan cangkul petani kecil yang cuma mengolah lahan setengah hingga dua hektar demi menyambung hidup? tegas Masady Manggeng dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (30/9).

Baca juga :