Masyarakat Sambas Antre Pertalite hingga 4 Jam, Cornelis Tuntut Tanggung Jawab Pertamina

Cornelis dinilai sangat memahami seluk-beluk Kalimantan Barat.
Minggu, 15 Maret 2026 23:00 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Mantan Gubernur Kalimantan Barat dua periode yang kini menjabat sebagai Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., menagih tanggung jawab Pertamina atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Sambas. Kondisi tersebut memaksa masyarakat setempat harus mengantre hingga empat jam.

Dengan rekam jejaknya, Cornelis dinilai sangat memahami seluk-beluk Kalimantan Barat. Jauh sebelum krisis bahan bakar ini melanda Sambas, ia telah mengingatkan perlunya penambahan kuota BBM dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BPH Migas pada 29 Januari 2026 lalu.

Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Saat saya jadi gubernur dulu, berulang kali saya minta untuk menambah stok BBM di Kalbar, tapi tidak pernah terealisasi. Bahkan, saya sampai bolak-balik ke Balikpapan untuk mengurus ini, karena pusat Pertamina Regional Kalimantan ada di sana, tegas Cornelis.

Ia menekankan bahwa Pertamina wajib bertanggung jawab penuh atas kelangkaan yang menyusahkan masyarakat di Sambas. Tanggung jawab ini melekat pada Pertamina Regional Kalimantan di Balikpapan maupun Pertamina wilayah Kalimantan Barat.

Baca juga :