Jakarta, Gesuri.id Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali memicu kekhawatiran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat.
Sektor kuliner, fesyen, elektronik, hingga industri rumahan yang bergantung pada bahan baku impor kini mulai merasakan tekanan akibat pembengkakan biaya produksi.
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, menyatakan bahwa lonjakan dolar ini menempatkan pelaku usaha kecil pada dilema yang berat. Di tengah daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: menaikkan harga produk atau menanggung penipisan margin keuntungan.
Ketika dolar naik, harga bahan baku otomatis ikut melonjak karena transaksi impor menggunakan mata uang asing. Akibatnya, biaya operasional UMKM meningkat dalam waktu singkat, ujar Faisyal pada Selasa (19/5).
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu