Menyalakan Kembali Api Kebangkitan

Oleh: Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo.
Sabtu, 23 Mei 2026 19:33 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Kita baru saja memeringati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026. Dan, tanggal 20 Mei selalu membawa bangsa ini menoleh ke belakang. Ke tahun 1908. Ke sebuah ruang sederhana tempat sejumlah pelajar Bumiputra mendirikan Boedi Oetomo. Organisasi yang kemudian dikenang sebagai tonggak Kebangkitan Nasional.

Namun sejarah tidak pernah meminta kita sekadar mengingat tanggal. Sejarah meminta kita memahami makna. Apa sebenarnya yang bangkit pada 1908?

Bukan ekonomi. Bukan kekuasaan. Bukan pula kemajuan teknologi. Yang bangkit adalah kesadaran. Kesadaran bahwa bangsa yang tertinggal hanya bisa bangkit melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan keberanian membangun masa depan bersama.

Para pelopor kebangkitan nasional bukan pemilik modal besar. Mereka juga bukan pemegang kekuasaan. Mereka adalah kaum terdidik yang percaya bahwa kemajuan bangsa selalu dimulai dari kualitas manusianya.

Kesadaran itulah yang kemudian menjadi fondasi lahirnya mata rantai sejarah berikutnya. Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, hingga lahirnya Indonesia modern.

Baca juga :