Kulon Progo, Gesuri.id Dunia pendidikan di Kabupaten Kulon Progo tengah dirundung kabar duka. Sebanyak 18 guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) memutuskan untuk mengundurkan diri secara massal.
Fenomena ini memicu keprihatinan mendalam dari Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Fajar Gegana.
Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Kulon Progo tersebut menilai peristiwa ini sebagai sinyal bahaya bagi kualitas pendidikan di daerah.
Baca:Masuk Parpol di Usia 24 Tahun,Ganjar: Saya Lahir dari Ideolog
Menurutnya, alasan utama pengunduran diri para pendidik ini adalah rendahnya tingkat kesejahteraan yang sudah tidak lagi memadai.