Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Abdul Aziz Sefudin menyebut rakyat miskin di Indonesia masih banyak.
Fakta di lapangan ini bertolak belakang dengan kebijakan Kemensos yang justru mencabut hak fasilitas kesehatan rakyat miskin.
Alih-alih mengurangi kemiskinan, pemerintah terkesan asal buang data warga miskin dengan mengategorisasikannya sebagai masyarakat sudah sejahtera. Sementara keadaan di lapangan bertolak belakang, jiwa rakyat terancam, kritik Aziz dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2).
Baca:GanjarTekankan Kepemimpinan Strategis
Azis lantas menyinggung alasan pemutakhiran data sebagai dasar Kemensos menghapus 11 juta PBI BPJS Kesehatan.