Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, menekankan pentingnya pembaharuan data dalam setiap usulan kebutuhan aspirasi desa.
Menurutnya, update data menjadi kunci agar usulan desa dapat diprioritaskan dalam program perencanaan pembangunan Jawa Barat. Tanpa data yang mutakhir, aspirasi desa berisiko tidak masuk dalam sistem perencanaan daerah.
Ono mengungkapkan, dari sekitar 300 desa di Indramayu, hanya 18 desa yang berhasil lolos dalam aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Kondisi ini terjadi karena adanya pemangkasan anggaran pusat untuk daerah, termasuk pemerintahan desa.
Baca:Perjalanan HidupGanjarPranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Dengan demikian, SIPD menjadi lebih selektif dan kompetitif. Desa yang tidak memperbarui data dengan baik akan kesulitan menembus sistem tersebut.