Peringati May Day 2026, PDI Perjuangan Perluas Definisi Marhaen hingga Pegang Teguh Ajaran Bung Karno

Charles Honoris Bacakan Manifesto PDIP bagi Buruh: Tegaskan Komitmen 'Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat’
Minggu, 03 Mei 2026 13:20 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id PDI Perjuangan menegaskan komitmennya sebagai Banteng Pro Pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026).

Dalam acara bertajuk Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Jaminan Sosial sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, membacakan Manifesto Politik Partai untuk kaum buruh Indonesia.

Charles Honoris menekankan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum krusial untuk menghidupkan kembali narasi pembebasan bagi rakyat yang tertindas.

Menariknya, dalam manifesto tersebut, PDI Perjuangan memperluas cakupan Kaum Marhaen dalam perspektif kekinian.

Dalam pandangan PDI Perjuangan, kaum Marhaen saat ini tidak hanya petani, nelayan, dan buruh pabrik. Ia mencakup buruh informal, masyarakat adat, pelaku UMKM, hingga pekerja digital yang rentan atau digital worker precariat, ujar Charles saat membacakan manifesto tersebut.

Baca juga :