Ikuti Kami

Wibowo Prasetyo Tegaskan Wayang Kedu Bukan Sekadar Tontonan, Tapi Tuntunan Moral dan Ekologi

Wibowo menekankan pentingnya merevitalisasi fungsi wayang dalam konteks kekinian.

Wibowo Prasetyo Tegaskan Wayang Kedu Bukan Sekadar Tontonan, Tapi Tuntunan Moral dan Ekologi
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo.

Temanggung, Gesuri.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, menegaskan bahwa Wayang Kedu Temanggungan harus dipandang lebih dari sekadar warisan budaya lokal. 

Menurutnya, kesenian tradisional ini memiliki kekuatan besar sebagai media pendidikan moral, pelestarian ekologi, hingga penguatan nilai inklusivitas dan keagamaan bagi generasi muda.

Gagasan tersebut disampaikan Wibowo dalam acara Dialog Budaya: Wayang Kedu Temanggungan sebagai Media Inklusivitas, Ekologi, dan Moral yang berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Musthofa (Cabang Tebuireng 16), Temanggung, Kamis (30/4).

Baca: Ganjar Ajak Semua Pihak Kompak Rajut Nilai-nilai Kebangsaan

Dalam forum yang dihadiri para tokoh agama, akademisi, dan pegiat seni tersebut, Wibowo menekankan pentingnya merevitalisasi fungsi wayang dalam konteks kekinian. Ia menyebut wayang adalah sarana efektif untuk membangun kesadaran spiritual dan sosial secara bersamaan.

"Wayang mengajarkan bahwa manusia tidak boleh serakah, tidak boleh merusak alam, dan tidak boleh kehilangan adab. Di dalamnya terkandung pesan moral dan ekologis yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini," ujar Wibowo.

Lebih lanjut, ia melihat potensi besar Wayang Kedu sebagai bagian dari dakwah kultural di lingkungan pesantren. Melalui bahasa seni, nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tepa selira, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah penjaga alam dapat disampaikan dengan cara yang lebih membumi.

Selain aspek filosofis yang ditekankan Wibowo, dalang Wayang Kedu Ki Gunawan Purwoko turut menjelaskan keistimewaan teknis kesenian ini. Berbeda dengan wayang purwa, Wayang Kedu yang telah berkembang sejak abad ke-14 ini memiliki visual yang lebih sederhana dan minim warna kontras, namun sarat akan makna mendalam.

Beberapa poin keunikan yang dibahas meliputi:

- Narasi Agraris: Cerita yang diangkat sering kali berkaitan dengan ritual meruwat lingkungan dan doa keselamatan alam.

- Tokoh Eksklusif: Adanya karakter khas seperti Prabu Makupuan, Prabu Sandanggarbo, dan Prabu Jinodo yang tidak ditemukan dalam pakem wayang lainnya.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

Kegiatan yang merupakan bagian dari masa reses Wibowo Prasetyo ini bekerja sama dengan Pusat Kajian Bahasa, Budaya, dan Gender Temanggung. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Disparbud Temanggung Supriyanto, Pengasuh Ponpes Al-Musthofa KH Agus Ahmad Yani, serta jajaran akademisi dari INISNU Temanggung.

Di akhir dialog, muncul dorongan kuat agar Wayang Kedu terus didokumentasikan dan diberi ruang lebih luas di institusi pendidikan, mulai dari sekolah, kampus, hingga pesantren, agar nilai-nilai yang diperjuangkan Wibowo Prasetyo dapat terus berlanjut ke generasi mendatang.

Quote