Jakarta, Gesuri.id -Politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menilai permintaan maaf Raffi Ahmad dan Willie Salim terkait polemik kehadiran mereka dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Jakarta belum cukup untuk menyelesaikan persoalan.
Ia mendesak kepolisian mengusut dugaan penggunaan identitas mahasiswa serta pihak yang merekrut dan membayar peserta acara tersebut.
Cukup? Tidak. Maaf bukan penghapus pidana. Mereka harus diperiksa, tegas Guntur melalui akun Instagram-nya, Minggu (1/11/2026).
Menurut Guntur, polemik deklarasi tersebut tidak seharusnya berhenti pada permintaan maaf Raffi Ahmad dan Willie Salim maupun klarifikasi peserta yang diduga menggunakan identitas mahasiswa.
Ia menilai, persoalan itu perlu ditelusuri lebih jauh untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.