Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Roni Pasarani, S.AP., mengritisi kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa menyusul tertundanya program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 2.500 hektare pada 2026. Roni menilai pemerintah daerah belum maksimal memperjuangkan program strategis pemerintah pusat tersebut, padahal Sumbawa memiliki potensi lahan pertanian yang luas untuk mendukung ketahanan pangan.
Jangan jadikan refocusing anggaran sebagai alasan ketidakmampuan menjemput program cetak sawah baru di pusat tahun 2026 seluas 2.500 hektare. Sementara daerah lain tetap mendapatkan program cetak sawah baru, kenapa Sumbawa tidak?, tegas Roni, dikutip Jumat (30/10/2026).
Roni mempertanyakan alasan refocusing anggaran yang disampaikan Dinas Pertanian sebagai salah satu penyebab tertundanya program tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya mampu mengoptimalkan peluang program pusat melalui perencanaan yang matang, penyiapan calon petani dan calon lokasi (CPCL), serta koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian.
Ia menegaskan, program Cetak Sawah Rakyat memiliki peran strategis dalam memperluas lahan pertanian produktif dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Karena pendanaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Roni meminta Dinas Pertanian lebih aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian.
Daerah lain bisa dapat ribuan hektare, masa Kabupaten Sumbawa yang lahan potensialnya masih luas tidak dapat sama sekali? Ini pertanda Kepala Dinas Pertanian tidak mampu bekerja, katanya.