Proyek RS Sayang Ibu Balikpapan Barat Mandek, Muhammad Najib Desak Pembentukan Pansus

"Kenapa proyek ini mandek dan tidak diteruskan? Kenapa kontraktornya lari tanpa menyelesaikan pekerjaan? Ini pertanyaan besarnya."
Rabu, 08 Juli 2026 04:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib, mendesak pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut tuntas mandeknya proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu Balikpapan Barat.

Desakan tersebut disampaikan dalam pemandangan umum fraksi atas Nota Penjelasan Wali Kota Balikpapan mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 pada Rapat Paripurna ke-8 Masa Sidang III Tahun 2025/2026 di Ballroom Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (6/7/2026).

Persoalannya bukan di situ. Kita harus paham alur dari awal sampai akhir. Kenapa proyek ini mandek dan tidak diteruskan? Kenapa kontraktornya lari tanpa menyelesaikan pekerjaan? Ini pertanyaan besarnya, ujar Najib.

Menurut Najib, Fraksi PDI Perjuangan mendorong pembentukan Pansus sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap proyek pembangunan RS Sayang Ibu Balikpapan Barat yang hingga kini tidak dilanjutkan oleh kontraktor pelaksana.

Ia menjelaskan, proyek senilai Rp106 miliar yang bersumber dari APBD 2024 tersebut baru memulai pekerjaan fisik pada pertengahan Juni 2025, dengan pencairan termin pertama sebesar 20 persen kepada kontraktor.

Baca juga :