Puan Maharani Minta Pemerintah Evaluasi Program Imunisasi Campak yang Belum Capai Target

Delapan dari sepuluh korban itu merupakan anak usia di bawah lima tahun yang belum pernah menerima vaksinasi campak-rubela.
Selasa, 07 April 2026 14:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengevaluasi program imunisasi campak yang belum mencapai target dan menyebabkan kematian 10 orang sepanjang Januari-Maret 2026. Delapan dari sepuluh korban itu merupakan anak usia di bawah lima tahun yang belum pernah menerima vaksinasi campak-rubela.

Setiap kematian yang sebenarnya dapat dicegah harus menjadi bahan evaluasi serius. Negara tidak boleh membiarkan perlindungan kesehatan dasar melemah, kata Puan, dikutip Selasa (7/4/2026).

Meski Kementerian Kesehatan mencatat penurunan kasus campak dari minggu pertama ke minggu kedua belas 2026, Puan menilai jatuhnya korban merupakan krisis di bidang kesehatan masyarakat. Puan mengingatkan pemerintah agar memastikan cakupan imunisasi dasar menjangkau daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas.

Ketika vaksin tersedia, namun tidak menjangkau seluruh kelompok rentan, maka risiko Kesehatan masyarakat akan meningkat, tutur dia.

Politikus PDI Perjuangan itu juga menyoroti kematian dokter berinisial AMW di Kabupaten Cianjur yang diduga terpapar virus saat menangani pasien campak. Menurut dia, perlindungan imunisasi juga harus diperluas terutama bagi kelompok tenaga kesehatan yang berinteraksi dengan penderita campak.

Baca juga :