Puan Maharani: Pemerintah Perlu Tetapkan Penurunan Angka Anak Tidak Sekolah, Indikator Utama Keberhasilan

Indikator utama keberhasilan pembangunan SDM yang mengikat seluruh kementerian, pemerintah daerah, dan evaluasi pembangunan.
Senin, 10 Agustus 2026 00:00 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah menjadikan penanganan angka anak tidak sekolah (ATS) sebagai agenda strategis nasional untuk memastikan setiap anak Indonesia dapat menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, penurunan angka ATS harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang melibatkan seluruh kementerian dan pemerintah daerah.

Pemerintah perlu menetapkan penurunan angka ATS sebagai salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang mengikat seluruh kementerian, pemerintah daerah, dan menjadi bagian dari evaluasi pembangunan nasional, kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Minggu (9/8/2026).

Puan menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari meningkatnya angka partisipasi sekolah. Negara, kata dia, harus mampu memastikan setiap anak tetap berada dalam sistem pendidikan hingga menuntaskan jenjang pendidikannya.

Menurut Puan, temuan sekitar 6.000 anak diduga putus sekolah di Kota Bogor, Jawa Barat, yang didominasi faktor rendahnya minat belajar menjadi pengingat bahwa tantangan pembangunan sumber daya manusia kini semakin kompleks.

Ia menilai persoalan pendidikan tidak lagi hanya berkaitan dengan ketersediaan sekolah, bantuan pendidikan, maupun akses belajar, tetapi juga menyangkut bagaimana negara memastikan anak-anak tetap memiliki keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Baca juga :