RB Dwi Wahyu Nilai Cetak Ulang Buku Pelajaran Sekolah Tidak Mendesak

“Kalau buku itu harus dicetak karena sudah usang, monggo. Tetapi kalau buku dicetak karena hurufnya kecil, ya saya kira tidak urgen.”
Rabu, 19 Agustus 2026 20:01 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id -Ketua Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), RB Dwi Wahyu, menilai rencana pemerintah mencetak ulang buku pelajaran sekolah tidak mendesak. Menurutnya, anggaran pendidikan sebaiknya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih substantif dan berkaitan langsung dengan persoalan pendidikan.

Kalau buku itu harus dicetak karena sudah usang, monggo. Tetapi kalau buku dicetak karena hurufnya kecil, ya saya kira tidak urgen, kata Dwi, Minggu (16/8/2026).

Dwi menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan melakukan pembaruan fisik buku pelajaran sekolah karena ukuran huruf dalam buku ajar dinilai lebih kecil dibandingkan buku ajar di negara lain.

Menurut legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut, bahan ajar yang disediakan pemerintah semestinya mampu menjawab persoalan pendidikan saat ini. Selain mendukung proses pembelajaran, pendidikan juga perlu membekali lulusan dengan kemampuan yang dapat menunjang masa depan.

Dwi menilai keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari proses belajar di sekolah maupun aspek teknis bahan ajar. Pemerintah juga perlu memastikan peserta didik memiliki kemampuan yang relevan untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Baca juga :