Jakarta, Gesuri.id - Ramadan selalu datang dengan nuansa yang istimewa setiap tahunnya. Bulan suci ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga menyimpan cerita di setiap fase kehidupan.
Bagi anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, Ramadan tetap lekat dengan tradisi sahur sebelum subuh dan berbuka setelah azan magrib. Tradisi tersebut menjadi pengingat akan nilai kesederhanaan, kedisiplinan, dan rasa syukur yang terus dijaga dari waktu ke waktu.
Baca:GanjarPranowo Tegaskan Pentingnya Integritas
Namun, seiring perjalanan hidup dan tanggung jawab yang diemban sebagai wakil rakyat, makna Ramadan baginya terasa semakin luas. Tidak hanya dimaknai sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah personal, Ramadan juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen terhadap tugas dan amanah rakyat.
Di tengah kesibukan menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, ia menegaskan bahwa perjuangan membela hak-hak masyarakat, khususnya kelompok rentan, merupakan bagian dari ibadah sehari-hari. Baginya, keberpihakan kepada rakyat kecil, memperjuangkan keadilan sosial, serta memastikan negara hadir bagi mereka yang membutuhkan adalah wujud nyata pengamalan nilai-nilai Ramadan.