Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Rokhmin Dahuri mendorong penguatan sistem rantai dingin (cold chain) untuk mengurangi susut hasil perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan daya saing ekspor Indonesia.
Menurutnya, kebutuhan tersebut semakin mendesak mengingat produksi perikanan nasional mencapai sekitar 15 juta ton per tahun pada 2025, sementara pemanfaatan teknologi rantai dingin masih sangat terbatas.
Saya sangat menyambut baik dan mengapresiasi diselenggarakannya semacam simposium atau lokakarya sistem rantai dingin yang mendukung keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih, kata Rokhmin, dikutip Jumat(25/9/2026).
Rokhmin menjelaskan, rantai dingin merupakan infrastruktur penting untuk menjaga mutu ikan sejak ditangkap atau dipanen hingga sampai ke konsumen. Ikan dan produk hasil laut merupakan komoditas yang mudah rusak sehingga membutuhkan penanganan, penyimpanan, serta transportasi dengan suhu yang tepat.
Ia mengungkapkan, dari sekitar 15 juta ton produksi perikanan Indonesia setiap tahun, kurang dari 12 persen yang dapat ditangani dengan sistem rantai dingin. Keterbatasan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sebagian hasil perikanan mengalami penurunan mutu bahkan terbuang sebelum mencapai konsumen.