Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI fraksi PDI Perjuangan sekaligus pakar kelautan dan perikanan, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS menegaskan karbon biru merupakan modal ekologis sekaligus iklim yang sangat penting dalam arah pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu ia sampaikan dalam Seminar Nasional Tata Kelola Ekosistem Karbon Biru Indonesia yang digelar Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Hotel Morrissey, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (7/2).
Dalam paparannya, Rokhmin menjelaskan karbon biru merujuk pada karbon yang diserap, disimpan, dan dilepaskan oleh ekosistem pesisir dan laut, terutama mangrove, padang lamun, rawa pasang surut, serta terumbu karang. Ekosistem tersebut memiliki kemampuan penguburan karbon jauh lebih tinggi dibandingkan ekosistem darat karena sebagian besar cadangan karbon tersimpan di sedimen.
Karbon biru adalah karbon yang bekerja melalui ekosistem pesisir dan laut, diserap serta disimpan dalam jangka panjang. Peran ini sangat strategis dalam mitigasi perubahan iklim, ujar Rektor Universitas UMMI Bogor itu, dalam tema Peran Legislasi Dan Pengawasan DPR RI Dalam Tata Kelola Karbon Biru Dan Ekonomi Biru Berkelanjutan.
Rokhmin menekankan bahwa isu karbon biru tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial Indonesia sebagai negara kepulauan. Sekitar 95 persen penduduk Indonesia tinggal dalam radius kurang dari 100 kilometer dari garis pantai, sementara puluhan juta masyarakat pesisir bergantung pada keberlanjutan ekosistem laut.