Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri menegaskan kemiskinan bukan semata-mata disebabkan oleh kegagalan individu, melainkan berakar pada persoalan struktural dalam pembangunan yang menciptakan ketimpangan sejak awal.
Dalam banyak kasus, kita tergoda menyalahkan sikap dan mentalitas individu. Padahal, kemiskinan struktural seperti sebuah permainan yang aturannya sudah ditentukan sejak awal, kata Prof. Rokhmin, dikutipSelasa(28/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa ketimpangan sudah terlihat sejak akses terhadap pendidikan. Anak dari keluarga mampu memiliki peluang lebih besar untuk mengenyam pendidikan berkualitas, memanfaatkan teknologi, serta membangun jejaring sosial yang luas. Sementara itu, anak dari keluarga kurang mampu harus berjuang lebih keras bahkan sebelum memasuki ruang kelas.
Menurutnya, ketika kualitas pendidikan tidak merata, maka peluang masa depan juga menjadi timpang. Kondisi ini kemudian berlanjut pada aspek lain seperti kepemilikan modal dan akses terhadap koneksi sosial.
Rokhmin menilai, mereka yang memiliki modal awal cenderung lebih berani mengambil risiko dalam berusaha, memiliki ruang untuk bangkit dari kegagalan, serta lebih cepat berkembang. Sebaliknya, bagi kelompok miskin, satu kegagalan saja dapat berdampak besar dan mempersempit pilihan hidup mereka.