Rokhmin Dahuri: Sistem Rantai Dingin Menjaga Mutu Ikan Sejak Ditangkap Hingga Ke Konsumen

Tanpa sistem tersebut, produksi perikanan nasional yang mencapai 15 juta ton per tahun pada 2025 berisiko mengalami susut mutu.
Rabu, 16 September 2026 18:00 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS., menilai penguatan sistem rantai dingin atau *cold chain* menjadi kunci untuk menyelamatkan masa depan perikanan Indonesia. Tanpa sistem tersebut, produksi perikanan nasional yang mencapai 15 juta ton per tahun pada 2025 berisiko mengalami susut mutu, ikan membusuk, hingga menekan kesejahteraan nelayan dan daya saing ekspor Indonesia.

Rantai dingin itu infrastruktur yang paling penting dalam menjaga mutu ikan sejak ditangkap atau dipanen hingga sampai ke piring konsumen. Ikan dan produk laut itu komoditas yang sangat mudah rusak, butuh penanganan, penyimpanan, dan transportasi dengan suhu yang tepat, tegasnya.

Pandangan tersebut disampaikan Prof. Rokhmin dalam panel discussion bertajuk Dari Laut ke Pasar: Membangun Ekosistem Rantai Dingin KNMP Untuk Meningkatkan Nilai Hasil Tangkapan dan Kesejahteraan Nelayan di Nusantara Indonesia Convention Exhibition (NICE), PIK 2, dikutip Rabu (16/9/2026).

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University itu mengaku sangat mengapresiasi penyelenggaraan simposium rantai dingin yang menjadi tulang punggung program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Prof. Rokhmin mengungkapkan, dari total sekitar 15 juta ton produksi perikanan nasional setiap tahun, kurang dari 12 persen yang dapat ditangani dengan sistem rantai dingin yang memadai. Artinya, lebih dari 13 juta ton ikan berisiko mengalami penurunan mutu dalam proses distribusi.

Baca juga :