Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, mengingatkan agar wacana kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tidak mengabaikan aspek kinerja birokrasi di tengah upaya efisiensi bahan bakar minyak (BBM).
Kita tidak boleh mengabaikan aspek kinerja birokrasi dan dunia kerja secara umum, kata Romy, dikutip Sabtu (28/3/2026).
Ia menilai, dalam praktiknya kebijakan WFH kerap menimbulkan tantangan dalam proses kerja birokrasi. Mulai dari lambatnya pengambilan keputusan, koordinasi yang kurang efektif dibandingkan tatap muka langsung, hingga potensi terjadinya fragmentasi komunikasi antarpegawai.
Ketika interaksi ini berkurang maka yang muncul adalah pola kerja yang cenderung mekanistis dan kurang memiliki kedalaman kolaborasi, ucapnya.
Menurut Romy, interaksi langsung memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan (trust), kehadiran kepemimpinan (leadership presence), serta soliditas tim. Tanpa hal tersebut, kualitas kerja dinilai berpotensi menurun meskipun efisiensi tercapai.